Jumat, 16 Februari 2018

Deteksi Hati, Apakah hatimu Mati?

Deteksi Hati, Apakah Hatimu Mati?


Dalam ilmu sains hati adalah organ yang sangat vital bagi manusia. Terletak di rongga perut yang berfungsi sebagai alat ekskresi, menetralisir racun dan yang paling penting adalah hati mengatur segala aktivitas organ tubuh lainnya. Apabila fungsi hati terganggu, maka seluruh organ tubuh akan terganggu pula. Itulah definisi hati dalam ilmu sains, namun bagaimana definisi hati menurut islam?
Diriwayatkan dari sahabat Nu'man bin Basyir bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:

أَلا وَإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, seluruh tubuh baik. Jika ia rusak, seluruh tubuh juga rusak. ketahuilah (segumpal daging) itu ialah hati."(HR.Muslim no.1599)

Hati atau Qalbun dalam islam adalah sebuah parameter seseorang dapat dianggap baik atau buruk. Hati disini lebih dianggap sebagai sesuatu yang ghaib atau abstrak tiada yang tahu apa yang ada didalamnya atau dirasakannya melainkan yang memilikinya dan Yang Maha Memilikinya yaitu Allah swt. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

"Sesungguhnya Allah swt tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian"(HR.Muslim)

Itulah pentingnya hati di dalam islam. Hati dianggap sebagai sebuah generator pada mesin atau seorang raja pada sebuah kerajaan. Apabila raja itu baik maka seluruh pengikutnya akan baik, begitu pula sebaliknya. Untuk itu sebagai umat muslim, wajib bagi kita memahami ciri-ciri hati yang mati, apa yang membuatnya mati dan apa saja usaha untuk menghidupkannya kembali. Hati yang mati atau hati yang keras memiliki dua ciri-ciri yang besar, yaitu :

1. Diingatkan dalam kebaikan tetapi tidak terima/marah
Pernyataan ini tidak melulu tertuju pada orang yang tidak memahami islam, karena hal ini dapat terjadi pada orang yang taat ibadah sekalipun. Biasanya orang yang hatinya mati ia akan sulit di ingatkan atau bahkan memberi reaksi kemarahan. Ada pula seorang yang taat beribadah, ia hanya mau diingatkan oleh orang yang besar atau tinggi ilmunya, sikap tersebut adalah sikap sombong.

2. Hati yang tidak rindu memperbaiki
Yang dimaksud disini adalah ketika kita melihat teman, tetangga atau orang yang kita kenal sedang melakukan maksiat tapi kita membiarkannya atau tidak merasakan getaran kesedihan. Bersikap cuek dan berfikir ini hidup mereka biarlah mereka yang menanggung dosanya. Tidak ada kiat berdakwah untuk berjuang membangun orang agar berada di jalan yang baik dan benar. Padahal hati yang sehat pada umumnya akan bersedih melihat saudaranya melakukan maksiat dan berusaha mengingatkannya.

Hati yang sehat sangatlah peka terhadap hal-hal yang halal dan haram. Dan sebab awal matinya hati adalah, ketika sesuatu yang haram termakan dan merasuk ke seluruh tubuh, dan pada akhirnya menutupi seluruh fungsi-fungsi kebaikan dalam diri. Namun tidak seperti definisi hati secara ilmu sains, yang apabila mati ia tidak bisa dihidupkan kembali. Karena matinya hati dalam definisi islam masih dapat dihidupkan kembali dengan cara-cara berikut ini :

1. Mengingat Allah (zikrullah)
Mengingat Allah berarti ketika seseorang hendak melakukan dosa atau kejahatan, ia sadar bahwa ada Allah Yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala yang diperbuat hamba-Nya. Karena ketakutannya itulah membuatnya tersadar dan tidak jadi melakukan kejahatan. Berdzikir memiliki arti yang luas, bisa berarti dzikir lisan dan dzikir perbuatan. Dzikir lisan yaitu suatu perbuatan dimana lisan terus mengucap kalimat thayyibah. Sedangkan dzikir perbuatan adalah terus berbuat baik, menolong orang dll. Allah swt berfirman :

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah! Hanya dengan mengingat Allah -lah hati menjadi tenteram."(Qs. Ar-Ra'd 12:28).

2. Membaca Al-Qur'an 
Al-Quran adalah sebenar-benarnya pedoman hidup umat manusia. Ketika membaca akan mendatangkan banyak sekali manfaat, dan yang paling berkaitan dengan hati yang mati, Al-Qur'an disini berfungsi sebagai obat ketentraman hati.
Allah swt berfirman :
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌوَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلاَ يَزِيْدُ الظَّالِمِيْنَ إِلاَّخَسَارًا

"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi obat(penawar) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian."(QS. Al-Isra' 17:82)

3. Tafakur mengingat Mati
Tafakur adalah suatu kegiatan merenungkan segala sesuatu tentang ciptaan Allah, kuasa Allah, namun bukan tentang Dzat Allah. Bertafakur mengingat kematian diharapkan dapat membuat manusia berfikir atas dosa-dosa yang telah diperbuatnya, lantas apa saja bekal yang telah disiapkan semasa hidup untuk dibawa ke akhirat.
Nabi Muhammad saw bersabda :

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ : الْمَوْتَ , فَإِنَّهُ لَمْ يَذْكُرْهُ أَحَدٌ فِيْ ضِيْقٍ مِنَ الْعَيْشِ إِلاَّ وَسَّعَهُ عَلَيْهِ , وَلاَ ذَكَرَهُ فِيْ سَعَةٍ إِلاَّ ضَيَّقَهَا عَلَيْهِ

"Perbanyakah mengingat pemutus kenikmatan: yaitu kematian. Karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya di waktu sempit kehidupannya, kecuali (mengingat kematian) itu melonggarkan kesempitan hidup atas orang itu. Dan tidaklah seseorang mengingatnya di waktu luas(kehidupannya), kecuali (mengingat kematian) itu menyempitkan keluasan hidup atas orang itu."(HR.Ath-Thobaroni dan Al-Hakim Shahih)

Laboraturium diri kita terletak pada hati. Karena hati mampu membedakan mana yang haq dan mana yang bathil. Tentunya dalam proses mendeteksi hati, untuk mencari jawaban apakah hati kita sehat, sakit atau bahkan telah mati diperlukan kejujuran pada diri sendiri. Semoga kita tergolong sebagai umat yang memiliki hati yang sehat. Allahuma Aamiin...


NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner