Minggu, 11 Februari 2018

5 Sunnah Ringan Menuju Surga

sunnah ringan menuju surga

Jika seluruh manusia di dunia ini ditanya ingin kemana mereka setelah mati? Tentu jawabnya ingin berada di tempat yang paling indah yaitu surga. Bagi manusia yang beriman kepada Allah SWT. yang mempercayai adanya kehidupan setelah kematian, tentunya semua akan berusaha mengamalkan yang di syariatkan dan menjauhi segala larangan-Nya. Baik yang tertulis di Al Qur’an maupun As Sunnah. Disini admin akan membagikan 5 Sunnah ringan yang pahalanya dapat membawa ke surga. Sebelumya mari kita simak apa makna sunnah itu.

Sunnah adalah segala hal yang bersumber dari Nabi Muhammad saw., baik berupa ucapan Nabi, perbuatan, ketetapan, sifat fisiknya, akhlaknya dll. Sunnah adalah sumber hukum kedua islam setelah Al-Qur’an. Menjelaskan dan menjabarkan segala sesuatu yang tidak ada dalam Al-Qur’an. Seperti memberi tuntunan agar dapat menjalankan syariat islam dengan baik dan benar, mengerti rambu-rambu, etika dan pedoman hidup bagi seorang muslim dalam menjalani kehidupan. Itulah pentingnya sunnah bagi seorang muslim.

Rasulullah saw. Bersabda :
”Barangsiapa menghidupkan salah satu dari sunnahku yang telah dimatikan sepeninggalku, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi kadar pahala mereka yang telah mengamalkan sunah ini sedikitpun. Barangsiapa membuat sebuah bidah sesat yang tidak diridhai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatan dosa sebanyak dosa orang yag telah mengamalkan bidah itu tanpa mengurangu dosa mereka sedikitpun.”(HR.at-Tirmizi).

1. Mengikuti Bacaan Muadzin
Adzan adalah seruan yang dikumandangkan muadzin (penyeru adzan) sebagai pengingat waktu sholat telah tiba. Sebanyak lima kali kita mendengarkan adzan dalam sehari, namun sebagian dari kita tidak tahu bahwa menjawab bacaan muadzin mempunyai pahala yang besar.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a bahwa Nabi Muhammad saw bersabda :

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

"Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bersholawat kepadanya (memberi ampunan kepadanya) sebanyak sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah kepada Allah untukku. Karena wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi hamba Allah, aku berharap akulah yang mendapatkannya, Siapa yang meminta untukku wasilah seperti itu, dialah yang berhak mendapatkan syafa'atku." (HR.Muslim no.384)

Mungkin selama ini kita terlalu disibukkan dengan urusan dunia sehingga kita lupa mengamalkan sunnah yang satu ini. Bukankah sangat rugi bagi kita apabila tidak mengamalkannya?.

2. Menjaga Wudhu
Wudhu adalah suatu kegiatan mensucikan diri dengan membasuh bagian bagian tubuh dengan air. Wudhu adalah sunnah yang kelihatannya mudah namun kebanyakan hanya dilaksanakan ketika mengerjakan ibadah saja.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:

إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ فَمَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ

"Sesungguhnya umatku akan dihadirkan pada hari kiamat dengan wajah, tangan, dan kaki yang bercahaya karena bekas-bekas wudhu mereka. Karenanya barangsiapa diantara kalian yang bisa memperpanjang cahayanya maka hendaklah dia lakukan."(HR. Al-Bukhari no.136 dan HR.Muslim no.246)

يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ (١٠٦)وَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (l١٠٧

"Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu. Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya. Maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga), mereka kekal didalammnya"(QS.Ali Imran:106-107).

3. Puasa Senin kamis
Puasa senin kamis adalah sunnah yang telah banyak diketahui dan diamalkan umat muslim. Banyak keutamaan dari puasa senin kamis diantaranya sebagai perlindungan diri dari nafsu atau syahwat, sebagai usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah, membuat tubuh menjadi sehat dan tentunya masih banyak keutamaan-keutamaan lainnya. Nabi Muhammad saw mensunahkan umatnya berpuasa di hari senin dan kamis bukanlah tanpa alasan. Selain karena hari senin adalah hari kelahiran Nabi Muhammad, senin dan kamis dipilih nabi karena pintu surga dibuka pada hari tersebut. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. Bahwa nabi Muhammad saw bersabda :

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا
"Pintu surga dibuka pada hari senin dan kamis. Setiap hamba yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai"(HR.Muslim no.2565).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda :
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ
"Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari senin dan kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa." (HR.Tirmidzi no.747)

4. Menyayangi Binatang
Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, menyayangi binatang merupakan satu dari bentuk rahmat Allah yang luar biasa. Banyak hadis hadis yang menjelaskan bab ini, mulai dari bagaimana kita harus memeperhatikan makanan binatang, tidak memeras tenaganya secara berlebihan, memperlakukan dengan lembut sampai ketika akan menyembelih pun kita harus memperlakukannya dengan baik.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa nabi Muhammad saw bersabda:

عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ، فَدَخَلَتْ فِيْهَا النَّارَ، لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَسَقَتْهَا إِذْ حَبَسَتْهَا وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ
"Seorang wanita disiksa karena kucing yang dikurungnya sampai mati. Dengan sebab itu dia masuk ke neraka, (dimana) dia tidak memberinya makanan dan minuman ketika mengurungnya, dan dia tidak pula melepaskannya sehinga dia bisa memakan serangga yang ada di bumi." (HR.Al-Bukhari dan Muslim).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa nabi Muhammad saw bersabda :

أَنَّ امْرَأَةً بَغِيًّا رَأَتْ كَلْبًا فِى يَوْمٍ حَارٍّ يُطِيفُ بِبِئْرٍ قَدْ أَدْلَعَ لِسَانَهُ مِنَ الْعَطَشِ فَنَزَعَتْ لَهُ بِمُوقِهَا فَغُفِرَ لَهَا

"Seorang wanita pelacur melihat seekor anjing di atas sumur dan hampir mati karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya, diikatkan dengan kerudungnya dan diambilnya air dari sumur(lalu diminumkan ke anjing itu). Dengan perbuatan itu dosanya diampuni." (HR.Bukhari)

Dari kedua hadis diatas dapat kita ambil kesimpulan. Bahwa berbuat baik kepada binatang merupakan sedekah, mendatangkan maanfaat dan dapat terampuni dari dosa yang berat seperti dosa seorang pezina. Begitu pula ketika menyiksa binatang kita juga akan mendapat azab-Nya.

5. Menyegerakan Sholat
Mengerjakan sholat diawal waktu memang amalan yang ringan namun kebanyakan orang berat menjalaninya. Banyak alasan yang mendorong untuk menunda sholat baik itu disegaja maupun tidak disengaja seperti dalam keadaaan safar. Namun kita tidak bisa terus terusan menutup mata, bahwa sholat diawal waktu adalah suatu kewajiban yang harus dilaksanakan karena pahalanya dapat menuntun kita menuju surga Allah.

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:

لَا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ اللَّهُ

"Terus menerus suatu kaum membiasakan diri untuk terlambat mendatangi shalatnya, sampai Allah juga akan mengundurkan mereka (untuk masuk ke dalam surga)."(HR.Muslim no.662)


Sudahkah kalian melaksanakan salah satu dari sunnah diatas? Jika belum, mari mulai dari yang paling ringan. Jika kalian sudah melaksanakannya, semoga kita selalu diberikan keistiqomahan. Dan semoga kita tergolong sebagai hamba yang mendapat syafaat dari Nabi Muhammad saw. di hari akhir nanti. Allahuma Aamiin
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner