Senin, 13 Januari 2014

Azan Dan Keutamaan Muazin

HR Imam al-Bukhari :
Diriwayatkan dari 'Abdurrahman bin Abu Sha'sha'ah al-Anshari al-Mazini dari Bapaknya bahwa ia mengabarkan kepadanya, bahwa Abu Satid al-Khudri berkata kepadanya: "Aku melihatmu menyukai karnbing dan senang menggembala. Jika kamu sedang menggembalakan kambingmu atau berada di lembah, lalu kamu mengumandangkan azan shalat, maka keraskanlah suaramu. Karena tidak ada yang mendengar suara muazin, baik manusia, jin, atau apa pun dia, kecuali akan menjadi saksi kelak di hari Kiamat." Abu Sa'id berkata: "Aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam."


HR Imam Muslim:
Diriwayatkan dari Abdullah bin Muhairiz dari Abu Mahdzurah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wassalam mengajarkan kepada bapaknya azan ini:



"Aliaahu Akbar Allaahu Akbar
Allaahu Akbar Allaahu Akbar.

Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah
Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah.

Asyhadu Anna Muhammadar Rasuulullaah
Asyhadu Anna Muhammadar Rasuulullaah.

Hayya 'Alash Shalaah
Hayya 'Alash Shalaah.

Hayya 'Alal Falaah
Hayya 'Alal Falaah.

Allaahu Akbar
Allaahu Akbar.

Laa Ilaaha Illallaah."


Artinya :



"Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.
Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah,
saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah.
Saya bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah,
saya bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah.
Marilah kita mendirikan shalat, marilah kita mendirikan shalat - Marilah menuju kemenangan, marilah menuju kemenangan.
Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.
Tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Allah."


Azan adalah zikir tertentu yang disyariatkan Islam, sebagai pemberitahuan 'bahwa waktu shalat fardhu telah tiba, dan sebagai panggilan agar kaum Muslimin berkumpul mengerjakan shalat secara berjamaah. Adapun syarat sahnya azan sebagai berikut :
  1.  Islam, Azan tidak sah apabila dilakukan oleh non-muslim.
  2. Tamyiz (dapat membedakan yang baik dan buruk).
  3. Laki-laki.
  4. Kalimat-kalimat azan harus tertib, sesuai dengan contoh hadis Rassul.
  5. Kalimat-kalimat azan diucapkan secara berturu-turut tanpa adanya kata-kata lain.
  6. Mengumandangkannya dengan suara keras, apabila azan diserukan untuk orang banyak. Sedang bila dikurnandang kan untuk seorang diri atau sedikit orang, dalam sebuah masjid yang terdapat jamaahnya, maka disunahkan dengan suara rendah, agar orang-orang tidak menyangka datangnya waktu shalat berikutnya. 

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner